Pemprov Sulut Gerak Cepat Tangani Gempa M 7,6, Posko Darurat Diaktifkan

oleh -20188 Dilihat

MAESANEWS, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis, (02/04/2026) pagi. Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay, sejumlah langkah strategis langsung diambil guna memastikan keselamatan masyarakat.

Gempa yang berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung, sempat memicu peringatan dini tsunami. Kenaikan permukaan air laut terdeteksi di wilayah Halmahera Barat setinggi 0,3 meter dan di Bitung sekitar 0,2 meter.

Data sementara mencatat satu korban jiwa di Kelurahan Sario Utara, Kota Manado, akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Selain itu, sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah terdampak.

Pemprov Sulut langsung mengaktifkan protokol tanggap darurat melalui sejumlah langkah, di antaranya:

• Aktivasi Pusat Komando: Posko Tanggap Darurat dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) diaktifkan untuk memantau perkembangan situasi secara real-time.

• Koordinasi Lintas Sektoral: Pemprov berkoordinasi intensif dengan BMKG, BNPB, BPBD kabupaten/kota, serta unsur TNI dan Polri guna memperkuat proses evakuasi dan pengamanan.

• Instruksi Evakuasi: Pemerintah daerah diminta segera mengevakuasi warga di wilayah pesisir ke titik aman serta menyiapkan lokasi pengungsian yang layak.

• Pendataan Kerusakan: Pendataan masif dilakukan terhadap korban dan kerusakan infrastruktur. Laporan awal mencatat kerusakan pada fasilitas publik seperti Kantor Wali Kota Manado, RS Bethesda Tomohon, rumah ibadah, serta permukiman warga di wilayah Minahasa, Bitung, dan Tomohon.

• Komunikasi Publik: Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Gubernur Yulius Selvanus juga telah melaporkan kondisi terkini kepada Menteri Dalam Negeri RI. Hingga saat ini, proses pendataan masih berlangsung di 15 kabupaten/kota terdampak, dengan laporan lanjutan akan disampaikan secara berkala.

Selain itu, gubernur menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan penanganan maksimal kepada korban, termasuk keluarga korban meninggal dunia.

Pemprov Sulut menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan seluruh warga serta mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak akibat bencana gempa tersebut.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.