Satu Tahun Kepemimpinan Yulius–Victor, Tegaskan Komitmen “Satu Komando” Bangun Sulut

oleh -5877 Dilihat

MAESANEWS, MANADO – Genap satu tahun memimpin Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay menegaskan komitmen kuat dalam membangun daerah melalui semangat “satu komando”. Berbagai capaian yang telah diraih sepanjang tahun pertama kepemimpinan periode 2025–2029 disebut sebagai hasil kerja bersama yang patut disyukuri.

Momentum refleksi tersebut ditandai dengan syukuran satu tahun kepemimpinan yang digelar pada 5 Maret lalu. Kegiatan itu menjadi tonggak evaluasi awal perjalanan duet yang dikenal dengan sebutan “YSK-Victory”.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari angka-angka teknis, melainkan dari penilaian langsung masyarakat.

Ia menggambarkan proses pembangunan selama setahun terakhir sebagai sebuah  “simpul yang saling terikat”, di mana pembangunan infrastruktur harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya sektor mikro.

“Satu tahun ini hanyalah pondasi awal. Tantangan ke depan akan jauh lebih berat dan dinamis,” ujar Yulius dengan optimisme.

Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan pemerintah daerah selalu berorientasi pada kepentingan rakyat Sulawesi Utara.

Kepemimpinan Yulius–Victor juga diwarnai perpaduan latar belakang yang berbeda. Yulius dengan pengalaman militer yang kental dikenal disiplin dan tegas, sementara Victor Mailangkay memiliki rekam jejak kuat di bidang hukum dan politik.

Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun sinergi. Keduanya mengaku terus menyesuaikan ritme untuk memastikan roda pemerintahan berjalan efektif dalam satu komando.

Dalam kesempatan itu, Gubernur kembali mengingatkan pentingnya integritas bagi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Ia menegaskan komitmen untuk menjauhi praktik korupsi serta menjalankan setiap proses pemerintahan secara benar.

“Pegang teguh niat baik dan pastikan melalui proses yang benar. Tidak boleh ada jalan pintas yang merusak tatanan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat nilai-nilai gotong royong atau Mapalus.

Sulawesi Utara, menurutnya, harus tetap menjadi “laboratorium toleransi” yang aman dan damai.

Acara syukuran tersebut ditutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin solid ke depan, demi mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

(advetorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.