MAESANEWS, TOMOHON — Perjuangan panjang para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para pemimpin daerah dan pusat menjadi fondasi berdirinya Tomohon sebagai daerah otonom.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Caroll Senduk, didampingi Wakil Wali Kota Sendy Rumajar, saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Tomohon yang digelar di Stadion Babe Palar, Selasa (27/1/2026).
Menurut Senduk, apa yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan buah dari pengorbanan dan kerja keras para tokoh yang memperjuangkan terbentuknya Kota Tomohon sebagai daerah otonom.
“Terbentuknya Kota Tomohon sebagai Daerah Otonom Baru merupakan hasil perjuangan panjang berbagai elemen masyarakat. Oleh karena itu, Hari Jadi Kota Tomohon adalah milik seluruh masyarakat,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Tomohon saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita luhur para pendiri kota demi mewujudkan Tomohon yang semakin maju dan sejahtera.
Dengan mengusung tema “Bertransformasi, Berwawasan Lingkungan, dan Berdaya Saing”, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berbenah, berinovasi, serta adaptif terhadap berbagai perubahan zaman.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak juga menjadi kunci utama dalam pembangunan berkelanjutan serta upaya meningkatkan daya saing masyarakat di tengah dinamika global.
(**)







