Louis Schramm Soroti Kinerja Dinas Perpustakaan Sulut: “Mati Segan, Hidup Pun Tak Mau”

oleh -784 Dilihat

MAESANEWS, MANADO – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Louis Schramm, menyoroti eksistensi dan kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut yang dinilainya masih perlu mendapat perhatian serius.

Sorotan tersebut disampaikan Louis dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Senin (2/11/2026).

Dalam rapat tersebut, Louis mengkritisi minimnya aktivitas dan eksistensi perpustakaan daerah yang dinilai belum terlihat optimal di tengah masyarakat.

Bahkan, ia menggambarkan kondisi perpustakaan di Sulawesi Utara seperti “mati segan, hidup pun tak mau”.

Menurut Louis, perpustakaan semestinya menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan budaya literasi masyarakat. Karena itu, keberadaan serta pelayanan perpustakaan perlu terus diperkuat agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tak hanya menyoroti kondisi tersebut, Louis juga mengungkapkan adanya peluang dukungan dari pemerintah pusat untuk pengembangan perpustakaan di Sulawesi Utara.

Ia menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Dalam kunjungan itu, salah satu deputi Perpusnas disebut menawarkan dukungan kebutuhan buku bagi daerah Sulawesi Utara.

Namun, menurutnya, peluang tersebut tidak akan terealisasi apabila Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut tidak proaktif menyampaikan kebutuhan secara resmi dan terperinci.

“Kalau ada kebutuhan buku-buku di Sulawesi Utara, sampaikan. Mereka berterima kasih, tetapi kalau kita sendiri tidak menyampaikan kebutuhan, bagaimana bisa disetujui,” ungkap Louis.

Ia menegaskan, kesempatan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat harus dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama untuk memperkaya koleksi buku dan meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan daerah.

Louis pun mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan Perpusnas serta segera menyusun daftar kebutuhan yang jelas dan konkret.

Menurutnya, langkah proaktif tersebut penting agar peluang bantuan dari pemerintah pusat tidak terlewatkan.

Ia berharap pengembangan perpustakaan di Sulawesi Utara mendapat perhatian lebih serius, sehingga fasilitas literasi tersebut dapat kembali menjadi ruang publik yang aktif, produktif, dan mampu meningkatkan minat baca masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.