MAESANEWS, MANADO – PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar pada Kamis, 5 November 2026. Kegiatan yang diperkirakan dihadiri sekitar 2.000 kader dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara ini dijadwalkan turut dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik, Puan Maharani, yang juga menjabat sebagai Ketua DPR RI.
Rakor Tiga Pilar tersebut menjadi momentum bagi PDI Perjuangan Sulut untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memantapkan struktur kepengurusan, serta menyatukan langkah seluruh kader dalam menjalankan agenda dan perjuangan partai.
Sejumlah agenda strategis akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya penguatan konsolidasi organisasi, pembentukan dan pemantapan kepengurusan partai di setiap tingkatan, hingga pembentukan badan dan sayap partai guna memperluas jangkauan gerakan serta mengoptimalkan kerja-kerja politik kerakyatan.
Tak hanya membahas persoalan internal organisasi, Rakor Tiga Pilar juga akan mengangkat sejumlah isu aktual yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk persoalan sampah dan lingkungan serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam dunia politik.
Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian karena membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader partai, untuk mendorong hadirnya solusi nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, pembahasan mengenai generasi muda diarahkan untuk memperluas ruang partisipasi anak muda dalam kehidupan politik. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pemilih dalam setiap kontestasi politik, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Reza Rumambi, mengatakan Rakor Tiga Pilar bukan sekadar agenda konsolidasi rutin, melainkan momentum untuk memperkuat soliditas dan menyatukan langkah seluruh kader.
“Rapat Koordinasi Tiga Pilar ini menjadi momentum penting bagi PDI Perjuangan Sulawesi Utara untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memastikan seluruh struktur partai di setiap tingkatan semakin solid. Kita ingin memastikan bahwa mesin organisasi berjalan dengan baik, kepengurusan terbentuk dan bekerja secara maksimal, serta badan dan sayap partai dapat mengambil peran strategis dalam memperluas kerja-kerja politik kerakyatan,” ujar Reza.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan juga ingin memastikan kehadiran partai di tengah masyarakat melalui kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
“Selain konsolidasi internal, kami juga ingin memastikan bahwa PDI Perjuangan hadir dan responsif terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat. Isu sampah dan lingkungan, misalnya, membutuhkan kepedulian serta keterlibatan bersama. Begitu juga dengan anak muda, mereka bukan hanya pemilih dalam kontestasi politik, tetapi harus diberikan ruang untuk menjadi bagian dari pengambil keputusan dan masa depan kepemimpinan bangsa,” lanjutnya.
Reza berharap, melalui kegiatan yang melibatkan sekitar 2.000 kader dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara serta jajaran DPP PDI Perjuangan tersebut, semangat gotong royong dan soliditas organisasi semakin diperkuat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, dengan kehadiran sekitar 2.000 kader dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara serta jajaran DPP PDI Perjuangan, akan semakin memperkuat semangat gotong royong, soliditas, dan komitmen seluruh kader untuk terus bekerja bersama rakyat,” ungkapnya.
Melalui Rakor Tiga Pilar ini, PDI Perjuangan Sulawesi Utara diharapkan dapat memperkuat koordinasi organisasi hingga ke tingkat bawah, sekaligus mendorong keterlibatan kader dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya partai untuk memperluas ruang keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik dan pembangunan, sejalan dengan agenda penguatan organisasi di Sulawesi Utara.





