DPC GMNI Manado Bagikan 2.000 Masker Gratis di Pasar Bersehati, Desak Pemda Tangani Penurunan Kualitas Udara

oleh -25 Dilihat

MAESANEWS, MANADO — Ketua DPC GMNI Manado, Mechelle Jacob, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menyikapi kondisi kualitas udara di Kota Manado yang dinilai kian memburuk akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Papua dan Kalimantan, serta diperparah oleh kebakaran di kawasan Gunung Lokon.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, DPC GMNI Manado turun langsung ke Pasar Bersehati, salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat, untuk membagikan 2.000 masker gratis sekaligus memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya melindungi diri dari paparan udara yang tercemar.

Mechelle menyampaikan bahwa masyarakat kecil, khususnya para pedagang dan pekerja di pasar, merupakan kelompok yang harus tetap beraktivitas di ruang terbuka demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam kondisi kualitas udara yang memburuk, mereka tidak selalu memiliki pilihan untuk tinggal di rumah dan menghindari paparan polusi.

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian konkret sekaligus penegasan bahwa GMNI selalu hadir dan berjuang bersama rakyat. Kami memahami bahwa para pedagang dan masyarakat kecil harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, meskipun kondisi udara sedang tidak baik,” demikian pesan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

DPC GMNI Manado juga mendesak Pemerintah Daerah agar segera mengambil langkah penanganan yang konkret, cepat, dan terukur dalam merespons persoalan kualitas udara. Upaya tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kesehatan serta memastikan masyarakat memperoleh perlindungan yang memadai.

GMNI Manado menegaskan bahwa persoalan kualitas udara bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan juga menyangkut keselamatan dan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat. Karena itu, diperlukan respons nyata dari pemerintah serta peningkatan kesadaran bersama agar dampak pencemaran udara tidak semakin membebani masyarakat, terutama kelompok pekerja yang setiap hari menggantungkan hidup di ruang terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.