Keluhan Handuk hingga Sarapan, Pelayanan Mercure Manado Tateli Resort Disorot Warganet

oleh -8 Dilihat

MAESANEWS, MANADO-Dari handuk yang disebut kosong hingga keluhan sarapan dan fasilitas kamar, pengalaman sejumlah warganet memicu pertanyaan soal standar pelayanan hotel terhadap tamu lokal.
Sebuah unggahan akun TikTok MONICA mengenai pengalaman pelayanan di Mercure Manado Tateli Resort menjadi bahan perbincangan warganet. Cerita mengenai permintaan handuk yang disebut tidak tersedia memancing beragam komentar, termasuk dugaan bahwa tamu asing atau bule mendapatkan prioritas lebih dibandingkan tamu lokal.

Dalam unggahan tersebut, ditampilkan percakapan mengenai permintaan handuk. Ketika seorang tamu disebut meminta handuk, petugas dikabarkan menyampaikan bahwa stok sedang kosong. Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas dan konsistensi pelayanan kepada tamu.

Warganet Soroti Dugaan Perlakuan Berbeda

Salah satu komentar yang mencolok datang dari akun mama cherese, yang menulis:

“Mungkin klo bule ja kase tip torang lokal nda 😂”

Komentar tersebut menyiratkan dugaan bahwa tamu asing mungkin lebih diuntungkan, sementara tamu lokal merasa kurang mendapat perhatian. Namun, komentar itu merupakan pendapat warganet dan belum membuktikan adanya kebijakan diskriminatif dari pihak hotel.

Akun Ocemnisasi turut mengkritik dengan menulis:

“disini wajib priority GM pe tamu drpda tamu walk in. krna kalo nyd serve tamu nya GM siap bilang blanga🤣🤣🤣 kalo kt saran kase maso kak pe komen ini di google review atau tripadvisor. kt x karyawan situ jdi kt tau dpe model bgmna🤣🤣”

Komentar ini menyinggung dugaan prioritas pelayanan kepada tamu tertentu. Meski demikian, klaim tersebut belum dapat dipastikan sebagai kebijakan resmi manajemen.

Keluhan Tak Berhenti pada Handuk

Akun G absss menuliskan pengalaman terkait Wi-Fi dan sarapan:

“So nda k 3x m datang, datang pertama kompain wifi lalod drng bilang memang gangguan dri sama dd makanan breakfast ja refill kurang sma dg jmkn nasi campur ikan ikan dpe daging nntau dmna, datang kedua kali dpe komplain masih sama wifi masih lalod makanan so lebeh aneh :)”

Sementara itu, akun Afn ie menulis:

“padahal cuma handuk lhooo kok gak dikasi. lagian nginep di hotel kan bayar bukan gratis 😁”

Akun Nyonya Pisces juga menyoroti kebiasaan membawa sarapan ke kamar:

“Ba bungkus dari rumah jo kalo mo breakfast di kamar. Seumur2 baru tau ada hotel yg boleh bawa breakfast nya ke kamar”

Komentar-komentar tersebut memperlihatkan beragam pengalaman dan pendapat warganet tentang fasilitas maupun pelayanan. Kebenaran setiap keluhan tetap perlu dikonfirmasi secara terpisah.

Nama Besar Hotel, Pelayanan Jadi Pertanyaan

Akun VarrowLimitless menyinggung pergantian nama hotel dengan menulis:

“hotel so di ujung tanduk🔎, so brp x ganti nama, yg paling lama kita kenal dulu adalah Hotel Sedona🔎.”

Adapun akun Dedy Dagomes menulis singkat:

“dapa kritik lagi…”

Sementara akun cloudy mempertanyakan:

“jalur gm tuh apa?”

Berbagai komentar ini memperlihatkan bahwa perbincangan tidak hanya berkutat pada satu persoalan, tetapi juga menyentuh persepsi publik terhadap pelayanan dan reputasi hotel.

Apakah Tamu Lokal Mendapat Perlakuan yang Sama?

Pertanyaan yang kini muncul adalah apakah semua tamu memperoleh standar pelayanan yang sama tanpa memandang kewarganegaraan, status tamu, atau hubungan dengan pihak manajemen.

Keluhan yang beredar layak menjadi bahan evaluasi, tetapi dugaan bahwa bule sengaja diprioritaskan belum dapat dinyatakan sebagai fakta tanpa bukti tambahan dan klarifikasi dari pihak pengelola.

Pihak Mercure Manado Tateli Resort perlu diberikan ruang untuk menanggapi keluhan tersebut, termasuk menjelaskan ketersediaan handuk, standar pelayanan, serta masukan terkait Wi-Fi dan sarapan.

Bagi tamu lokal, pertanyaannya sederhana: jika sama-sama membayar, apakah pelayanan yang diterima juga sama?

Bagaimana pendapat Anda? Apakah pengalaman seperti ini perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi pelayanan secara menyeluruh?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.