Gubernur Yulius Tegaskan Dukungan 1.000 Persen untuk Gerakan Literasi Sulut

oleh -169 Dilihat

MAESANEWS, MANADO — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan literasi di daerah. Ia bahkan menyatakan siap mendukung hingga “1.000 persen” setiap inisiatif yang bertujuan menghidupkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis, khususnya di kalangan generasi muda.

Pernyataan itu disampaikan Yulius saat menutup Festival Literasi Provinsi Sulawesi Utara 2026 di Museum Negeri Sulawesi Utara, Minggu (4/10/2026).

Menurut Yulius, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan menganalisis informasi, melahirkan gagasan, serta menghasilkan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi pemerintah maupun masyarakat.

“Manakala Standius Bara Prima mempunyai ide untuk menghidupkan literasi di Sulawesi Utara, saya dukung 1.000 persen,” tegas Yulius.

Ia mengatakan gerakan literasi perlu terus digalakkan karena dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan pemikiran, menyampaikan ide, sekaligus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Yulius juga menilai literasi memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Gagasan, pemikiran, ucapan, hingga tindakan seseorang dapat menjadi bagian dari catatan sejarah yang memiliki nilai bagi generasi mendatang.

Karena itu, ia berharap Festival Literasi Sulut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk hingga ke desa-desa.

“Saya berharap bukan hanya sekadar tampil, tetapi saya ingin terus galakkan literasi di Sulawesi Utara ini sampai ke tingkat desa-desa. Mari bersama-sama,” ujarnya.

Kepada para peserta dan finalis Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara, Yulius berpesan agar terus mengembangkan diri melalui aktivitas membaca, menulis, menganalisis, serta menghasilkan karya nyata.

Ia mendorong generasi muda untuk berani menuangkan pemikiran dalam bentuk tulisan, cerita, maupun buku yang dapat menjadi warisan pengetahuan sekaligus bagian dari sejarah.

“Kalau kau cinta literasi, kau cinta Indonesia, maka menulislah. Berkaryalah, menganalisalah, membuatlah satu cerita, membuatlah suatu buku untuk menjadi sejarah yang tak pernah terlupakan, ditelan zaman,” pesannya.

Menutup sambutannya, Yulius secara resmi menyatakan Festival Literasi Provinsi Sulawesi Utara 2026 ditutup.

Ia berharap semangat literasi terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sulut, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, kritis, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.(Eca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.