Kriyanusa 2026, Pemprov Sulut Dorong Produk Kriya Lokal Tembus Pasar Global

oleh -213 Dilihat

MAESANEWS, JAKARTA — Produk kerajinan Sulawesi Utara kembali menunjukkan potensi sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal melalui keikutsertaan dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, meninjau langsung stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulut pada Sabtu (26/9/2026).

Didampingi Ketua Dekranasda Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus, Gubernur Yulius melihat langsung berbagai produk unggulan yang dibawa dalam ajang pameran nasional tersebut.

Menurut Yulius, produk kriya Sulawesi Utara tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang besar bagi para perajin dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ia menilai kekuatan produk lokal Sulut terletak pada perpaduan antara nilai komersial dan identitas budaya daerah. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting untuk memperluas pasar, termasuk membuka peluang masuk ke rantai pasok global.

“Produk-produk Sulawesi Utara memiliki potensi ekonomi yang besar. Kita harus terus mendorong agar karya para perajin kita semakin dikenal, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” ujar Yulius.

Dorong Penguatan Rantai Pasok dan Akses Pasar

Pengembangan industri kerajinan dinilai memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Selain membuka lapangan kerja, sektor ini turut meningkatkan pendapatan perajin sekaligus menjaga keberlangsungan kearifan lokal.

Karena itu, kehadiran pemerintah daerah melalui Dekranasda menjadi bagian penting dalam mempertemukan perajin dan pelaku UMKM dengan jaringan pasar yang lebih luas.

Yulius menegaskan, produk yang ditampilkan dalam Kriyanusa 2026 tidak sekadar menawarkan barang jadi. Setiap karya membawa cerita, budaya, serta identitas Sulawesi Utara yang dapat menjadi nilai tambah dalam persaingan pasar.

“Yang kita tampilkan bukan hanya produk barang jadi, tetapi ada cerita, budaya, dan identitas Sulawesi Utara di dalamnya. Aspek inilah yang memberikan nilai tambah (added value) dan harus terus kita kembangkan,” imbuhnya.

Kriyanusa 2026 Jadi Momentum Perluasan Pasar

Pameran Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Kegiatan yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta tersebut mempertemukan pelaku usaha, kementerian dan lembaga, serta Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain pameran produk, Kriyanusa 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, seperti business matching, gelar wicara, dan lokakarya. Berbagai agenda tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jejaring bisnis, mengikuti perkembangan desain dan inovasi, serta memahami tuntutan kualitas pasar.

Bagi Pemprov Sulut, partisipasi dalam pameran berskala nasional tersebut merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, dan digitalisasi pemasaran sehingga produk-produk unggulan Sulawesi Utara memiliki daya saing yang semakin kuat.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Sulawesi Utara sebagai daerah yang maju dan mandiri secara ekonomi, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

“Sulut punya banyak karya dan potensi ekonomi yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah menjaga, mengembangkan, dan membawa karya-karya ini semakin dikenal luas. Dari Sulawesi Utara untuk Indonesia dan dunia,” pungkas Yulius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.