Sulut Raih Terbaik 1 Pendidikan, YSK: Saya Agak Khawatir Tidak Terpanggil

oleh -207 Dilihat

MAESANEWS, MAKASSAR — Momen penuh ketegangan sempat dirasakan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) saat menghadiri acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026) malam.

YSK mengaku sempat dibuat deg-degan ketika nama dirinya dan Sulawesi Utara dipanggil untuk menerima penghargaan.

Bersama rombongan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, termasuk sejumlah kepala perangkat daerah yang berkaitan dengan program pendidikan, YSK menunggu pengumuman dengan penuh penasaran.

Hingga akhirnya, Sulawesi Utara dipanggil sebagai penerima Terbaik 1 Kategori 2 Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago.

Tak hanya penghargaan, Pemprov Sulut juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp2 miliar sebagai bagian dari apresiasi pemerintah pusat terhadap capaian pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Malam ini saya sedikit terkaget dipanggil terakhir. Sulawesi Utara dan Pak Menteri bikin deg-degan,” kata YSK usai menerima penghargaan.

Gubernur YSK mengaku sebelumnya sempat khawatir Sulut tidak masuk dalam daftar penerima penghargaan.

“Saya agak khawatir juga tidak terpanggil. Tapi Puji Tuhan Sulut mendapatkan penghargaan apresiasi di bidang pendidikan,” ujarnya.

Bagi YSK, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni. Capaian itu menjadi dorongan bagi Pemprov Sulut untuk terus memperjuangkan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.

Menurutnya, kondisi geografis Sulawesi Utara menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan layanan pendidikan. Provinsi tersebut memiliki banyak wilayah kepulauan dengan sekolah yang tersebar di berbagai daerah.

“Memang kita lagi berjuang karena kami memiliki 300 pulau yang sekolahnya tersebar,” ungkap YSK.

Ia mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Bukan hanya akses bagi siswa, kemudahan bagi tenaga pendidik juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Saya dan Pak Menteri Dikdasmen berupaya menghadirkan pendidikan yang mudah dijangkau, didatangi baik siswa maupun guru,” katanya.

Gubernur YSK juga menyinggung perhatian pemerintah pusat terhadap fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia. Salah satunya adalah sekolah yang berada di Miangas, wilayah terdepan Indonesia di bagian utara.

“Saat ini Bapak Presiden membantu sekolah yang berada di Miangas di perbatasan Indonesia bagian utara,” ujar YSK.

Ia menegaskan, upaya pemerataan pendidikan akan terus dilakukan agar kondisi geografis Sulawesi Utara yang memiliki banyak pulau tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan.

“Ini yang terus kita tingkatkan. Masyarakat Sulut tidak susah lagi menikmati pendidikan karena memiliki pulau,” pungkasnya.

Penghargaan Terbaik 1 sekaligus insentif fiskal Rp2 miliar tersebut menjadi catatan bagi Pemprov Sulut dalam upaya memperluas akses layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.