MAESANEWS, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menegaskan bahwa pembentukan karakter dan penguatan iman harus menjadi landasan utama bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Pesta Seni Remaja (PSR) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) 2026 yang digelar di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (28/7/2026) malam.
Di hadapan ribuan peserta Remaja GMIM, Yulius mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual dan berbagai prestasi yang diraih tidak akan memiliki makna apabila tidak dibarengi dengan moral serta kehidupan rohani yang kuat.
Menurutnya, pengembangan kemampuan intelektual harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan spiritual. Namun, ia menekankan bahwa iman kepada Tuhan Yesus Kristus tetap menjadi fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap orang percaya.
“Penting moral dulu, keimanan kita dulu. Percuma kita pintar kalau moral kita tidak beres, tidak ada gunanya! Spiritual dan intelektual harus seiring bersama-sama, tapi keimanan yang utama, tidak bisa tidak,” ujar Yulius.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan PSR GMIM bukan hanya menjadi wadah bagi para remaja untuk menampilkan bakat seni atau meraih prestasi dalam perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan sarana pembinaan karakter sekaligus memperkuat kehidupan iman generasi muda.
Karena itu, Yulius mengimbau seluruh peserta agar tetap memegang teguh nilai-nilai Kristiani selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan kompetisi yang berlangsung di wilayah Manado Tenggara dan Manado Selatan.
Selain terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan prestasi di berbagai bidang, para remaja juga diminta menjaga sikap serta perilaku yang mencerminkan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
“Isilah kemampuanmu, jaga dan tingkatkan prestasimu di semua bidang. Namun saya mengingatkan, kalian semua harus tetap dalam koridor keimanan Yesus Kristus yang telah mengajarkan untuk tetap setia kepada-Nya. Hindari hal-hal negatif dan jaga kehormatan remaja GMIM,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh Remaja GMIM untuk menghidupi nilai kasih dengan mengasihi Tuhan dan sesama. Menurutnya, generasi yang memiliki iman kokoh, karakter baik, dan kepedulian sosial akan menjadi penerus gereja sekaligus bangsa yang mampu menghadapi tantangan zaman.
Yulius berharap Remaja GMIM terus bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berprestasi, berintegritas, serta memiliki semangat melayani dan peduli terhadap sesama sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.
(**)





