Ekonomi Sulut Tumbuh Impresif di Bawah Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus

oleh -310 Dilihat

MAESANEWS, MANADO – Di tengah tantangan ekonomi global, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi yang impresif pada tahun 2025, diikuti dengan perbaikan di sektor ketenagakerjaan, penurunan angka kemiskinan, dan pengurangan ketimpangan pendapatan.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut atas dasar harga berlaku mencapai Rp 204,75 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 113,66 triliun. Secara kumulatif, ekonomi Sulut tumbuh 5,66 persen (c-to-c) dibanding tahun sebelumnya.

Motor Pertumbuhan Ekonomi

– Dari sisi produksi, Industri Pengolahan menjadi sektor penggerak utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,97 persen.

– Dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri melonjak tajam 28,42 persen, menunjukkan peningkatan daya saing produk Sulut di pasar global.

Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,95 persen (y-on-y). Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi bintang dengan pertumbuhan 20,67 persen, mencerminkan pemulihan pariwisata dan perkembangan UMKM kuliner. Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi tumbuh 7,02 persen, didorong oleh lonjakan belanja pemerintah sebesar 21,75 persen dan pertumbuhan sektor jasa lainnya 20,61 persen.

Perbaikan di Sektor Ketenagakerjaan

Jumlah angkatan kerja pada November 2025 mencapai 1,43 juta orang, dengan penduduk bekerja naik menjadi 1,35 juta orang. Sektor pengadaan listrik, air, dan gas menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak. Porsi pekerja formal juga meningkat menjadi 46,93 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,78 persen, atau berkurang 0,21 poin persentase.

Peningkatan Kesejahteraan Sosial

Persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 6,62 persen, turun 0,09 poin persentase dibanding Maret. Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan turun signifikan menjadi 3,95 persen, meskipun wilayah perdesaan masih menjadi perhatian dengan angka 10,11 persen. Tingkat ketimpangan pengeluaran (gini ratio) turun menjadi 0,341, dengan kelompok 40 persen terbawah menikmati hampir 19,90 persen total pengeluaran.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE mengajak seluruh stakeholder untuk tidak cepat puas dan menekankan pentingnya kolaborasi guna menjaga pertumbuhan positif agar berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.