Cuaca Ekstrem Sebab Pembatalan Safari Natal Gubernur Sulut ke Talaud dan Sangihe

oleh -1277 Dilihat

MAESANEWS, MANADO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran Gubernur Yulius Selvanus dalam agenda Safari Natal di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Sangihe. Juru Bicara Pemprov Sulut, Denny Mangala, yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kominfo dan Asisten I Pemprov, menegaskan bahwa pembatalan murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem, bukan alasan lain.

“Agenda Safari Natal telah dipersiapkan secara matang sejak awal dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat, dengan persetujuan penuh dari Gubernur,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (10/12/2025).

Dirinya juga menjelaskan bahwa, Gubernur Yulius Selvanus awalnya dijadwalkan berkunjung ke Talaud pada 8 Desember, kemudian melanjutkan ke Sangihe. Secara teknis, Pemprov telah menyiapkan penerbangan charter Wings Air karena tidak ada penerbangan komersial pada tanggal tersebut.

“Kami juga telah mengirim bantuan sosial lebih dahulu, serta mendorong tim protokol menggunakan kapal laut untuk tiba lebih awal di lokasi. Forkopimda juga telah diundang dan mengonfirmasi kehadiran,” jelas Mangala.

Namun, pada 7 Desember, Pemprov menerima peringatan resmi BMKG terkait cuaca ekstrem di kedua kepulauan, termasuk larangan penerbangan dan tingginya gelombang laut. Setelah menggelar rapat, Pemprov merekomendasikan penundaan perjalanan demi keselamatan.

“Kondisi cuaca dan laut pada hari-hari berikutnya juga tidak memungkinkan, sehingga keputusan pembatalan akhirnya diambil,” ucap Mangala.

Meskipun Gubernur tidak hadir secara langsung, acara Natal tetap dilaksanakan dan dipimpin oleh bupati masing-masing daerah, dengan sambutan Gubernur dibacakan dalam acara tersebut. Seluruh bantuan yang telah dikirim juga telah disalurkan atas nama Gubernur.

Pemprov menepis isu yang menyebut Gubernur tidak memberikan perhatian kepada wilayah kepulauan, serta menegaskan bahwa keputusan tersebut bebas dari kepentingan politik dan murni didasari keselamatan.

“Situasi ini juga dianggap sebagai edukasi publik agar mematuhi peringatan cuaca ekstrem, selaras dengan imbauan Pemprov yang selalu berusaha menjadi teladan dalam penerapan keselamatan,” pungkasnya.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.