Awali 2026, Bank SulutGo Perkuat Tata Kelola dan Bidik Pertumbuhan Bisnis Berkualitas

oleh -1505 Dilihat

MAESANEWS, MANADO — Bank SulutGo (BSG) memulai tahun kerja 2026 dengan menggelar apel perdana yang sarat pesan strategis. Momentum ini dimanfaatkan sebagai pijakan awal untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan percepatan digitalisasi sektor perbankan.

Apel yang digelar di Kantor Pusat Manado pada 5 Januari 2026 itu diikuti jajaran komisaris, direksi, pimpinan divisi, hingga seluruh karyawan, baik secara langsung maupun virtual dari berbagai wilayah operasional BSG.

Dalam arahannya, Komisaris Utama menegaskan bahwa industri perbankan adalah industri berbasis kepercayaan, sehingga penerapan Good Corporate Governance (GCG) menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip TARIF—transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran—sebagai landasan kerja seluruh insan BSG.

Selain itu, integritas kepemimpinan melalui konsep tone from the top turut disorot, di mana pimpinan dituntut menjadi teladan dalam etika dan profesionalisme. Soliditas internal juga menjadi kunci, dengan penegasan bahwa perbedaan boleh terjadi di dalam, namun organisasi harus tetap satu suara ke luar.

“Kita berada di industri trust. Kesalahan kecil saja bisa berdampak besar, apalagi jika berulang,” menjadi pesan tegas yang mengingatkan pentingnya menjaga reputasi perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama BSG memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 yang dinilai impresif. Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang, BSG berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 12,51 persen menjadi Rp23,7 triliun, serta peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga 21,06 persen.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih mencapai Rp372 miliar atau tumbuh lebih dari 24 persen secara tahunan—menjadi capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Meski demikian, manajemen juga mencatat sejumlah tantangan, terutama pertumbuhan kredit yang masih terbatas serta kenaikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang menjadi fokus evaluasi ke depan.

Menatap 2026, BSG menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih berkualitas dengan fokus pada penguatan tata kelola, ekspansi kredit yang sehat, serta efisiensi biaya operasional. Target laba dipatok mencapai Rp440 miliar, dengan pertumbuhan aset, kredit, dan DPK yang tetap terjaga.

Selain itu, penguatan sistem teknologi informasi dan keamanan data turut menjadi prioritas, seiring meningkatnya tuntutan digitalisasi layanan perbankan. Budaya kerja Homo Homini Socius—manusia adalah sahabat bagi sesama—juga diusung untuk memperkuat kolaborasi internal.

Apel perdana ini menjadi penanda optimisme BSG dalam menatap tahun 2026, dengan tekad memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkualitas.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.