MAESANEWS, MANADO – Suasana ceria menggema di Sekolah Minggu GMIM Eben Haezar Bumi Berimgin saat sosok yang akrab dikenal masyarakat Sulawesi Utara muncul di depan para anak-anak. Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) tidak datang sebagai tamu kehormatan atau untuk acara resmi apapun, melainkan dengan kedudukan sebagai pelayan bagi para peserta didik sekolah minggu.
Dengan pendekatan yang ramah dan bahasa yang mudah dicerna, YSK menyampaikan pesan spiritual yang menyentuh hati para anak. Ia aktif berinteraksi, bertukar pantun cerita, dan bahkan seringkali membuat anak-anak tertawa lepas. Jarak sosial maupun hierarki jabatan seolah lenyap, hanya tersisa sosok yang mereka panggil dengan cinta sebagai “Engku”.
Istilah “Engku” bagi warga jemaat GMIM bukan sekadar sebutan semata, melainkan cerminan dari komitmen untuk melayani. Bagi YSK sendiri, peran ini bukanlah hal baru. Sebelum menjabat sebagai pemimpin daerah tertinggi di Sulut, ia pernah menjadi guru di sekolah minggu yang sama, mengabdikan diri untuk membimbing anak-anak. Pengalaman tersebut menjadi dasar yang membuatnya merasa terpanggil untuk kembali berkontribusi.
“Melayani anak-anak adalah panggilan yang berasal dari dalam hati. Tempat inilah di mana dasar iman mulai ditanamkan sejak usia dini,” ucapnya dengan semangat yang terpancar jelas dari sikapnya pada pagi minggu itu.
Momen pribadi ini menyentuh banyak pihak. Di tengah kesibukan yang meliputi urusan pemerintahan, pembangunan, hingga dinamika politik, gubernur memilih untuk meluangkan waktu untuk anak-anak – bukan karena alasan apapun selain kerinduan yang telah lama mengakar dalam dirinya. Beberapa jemaat tampak terharu menyaksikannya, sementara banyak yang mengabadikan momen berharga tersebut dengan perangkat ponsel mereka.
(**)





